Garis Batas

Traveling & Science Blog

Terdampar Sehari di Kota Banjarnegara

Libur Lebaran tahun lalu adalah liburan saya dan keluarga yang paling mengesankan. Bagaimana tidak, karena saat perjalanan dari Purbalingga menuju Purworejo, mobil kami mogok di kecamatan Sigaluh, kabupaten Banjarnegara. Karena masih dalam suasana Lebaran, tak satupun bengkel dan toko spare part yang buka. Alhasil, kamipun harus bermalam selama sehari di kota Banjarnegara. Namun dengan adanya insiden tersebut, disinilah petualangan kami dimulai untuk wisata Banjarnegara.

Banjarnegara adalah sebuah kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki ibukota bernama sama yaitu Banjarnegara. Berada di antara kota Banyumas, Purbalingga, Pekalongan, Batang, Kebumen dan Wonosobo. Memiliki udara yang cukup sejuk karena berada di ketinggian antara 100 hingga 1000 mdpl. Tidak terlalu jauh dengan objek wisata Dieng. Salak pondoh adalah salah satu hasil utama perkebunan di Banjarnegara. Kecamatan Sigaluh tempat mobil kami mogok adalah pusat perkebunan salak pondoh tersebut. Sepanjang jalan raya Sigaluh banyak sekali penjual salak pondoh dan oleh-oleh lainnya menawarkan dagangannya kepada para pengendara. Dibanding salak-salak lainnya, salak pondoh memiliki kelebihan ukurannya sedikit lebih besar, rasanya manis dan tidak berlendir.

Baca juga: Objek Wisata Dieng, Merasakan Desa Tertinggi di Indonesia

Makanan Khas Alun-Alun Banjarnegara

Wisata Banjarnegara

Alun-alun Banjarnegara

Setelah mendapatkan penginapan sederhana di kota Banjarnegara, hal pertama yang saya lakukan adalah mencari info tentang makanan khas Banjarnegara. Melalui Google Search Engine, saya dapatkan informasi beberapa makanan khas Banjarnegara. Mulailah kami berburu makanan khas tersebut. Tempat yang kami kunjungi adalah alun-alun Banjarnegara karena penginapan kami hanya berjarak sekitar 1 km dari sana. Tidak berbeda dengan alun-alun di kota lainnya, alun-alun Banjarnegara terdiri dari sebuah tanah lapang yang ditengah-tengahnya terdapat 2 pohon beringin besar. Salah satu sisi dari alun-alun tersebut terdapat masjid agung An Nuur yang cukup megah. Tepat di jalan depan Masjid tersebut terdapat wisata kuliner sepanjang sisi alun-alun tersebut.

Kuliner pertama saya coba adalah soto krandegan. Yaitu soto khas Banjarnegara yang berisi ketupat, daging sapi, toge dengan kuah santan kelapa. Rasanya cukup unik, menurut saya mungkin lebih mirip dengan soto kari. Masih di lokasi yang sama, kuliner kedua yang saya cicipi di alun-alun Banjarnegara adalah mie nyemek. Makanan ini sebenarnya berasal dari Purwokerto, namun karena pembeli cukup ramai bahkan cukup banyak yang antri membuat saya tertarik untuk mencoba kuliner ini. Dan terbukti memang rasa dan aromanya tidak mengecewakan, mie rebus dengan kuah kental campuran telur ditambah dengan potongan hati & ampla cukup membuat saya berjanji untuk mengulanginya lagi di lain waktu. Setelah puas berkeliling, kuliner terakhir yang sempat saya coba di alun-alun Banjarnegara adalah dawet ayu khas Banjarnegara. Dawet ini cukup fenomenal karena cukup dikenal banyak orang. Isinya terdiri dari campuran kenyal sagu aren dan tepung beras disertai dengan santan dan gula merah yang lembut terasa menyegarkan, apalagi jika dicampur dengan es batu dan diminum sesaat setelah berjalan kaki cukup jauh.

Taman Surya Yudha di Kota Banjarnegara

Setelah puas menikmati kuliner sekitar alun-alun Banjarnegara, berikutnya adalah tempat wisata yang menjadi tujuan kami. Sebenarnya cukup banyak tempat wisata Banjarnegara yang bisa dikunjungi, namun sengaja kami pilih yang tidak terlalu jauh dari tempat kami menginap karena kami hanya memiliki waktu yang sedikit di Banjarnegara. Hasil pencarian menggunakan mesin pencari Google akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi Taman Surya Yudha yang hanya berjarak sekitar 1,2 km dari alun-alun Banjarnegara.

wisata banjarnegara

Anak sungai Serayu melintas di Taman Surya Yudha
wisata Banjarnegara

Miniatur Ka’bah di Taman Surya Yudha Banjarnegara

Dengan menggunakan angkutan umum, hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit dari alun-alun ke Taman Surya Yudha. Tempat wisata yang dimiliki oleh Bank Surya Yudha ini terdiri dari hotel, wisata air dan wisata edukasi. Hotel di taman ini adalah satu-satunya hotel bintang tiga yang ada di Banjarnegara, fasilitasnya dilengkapi dengan ruang meeting, conference dan ruang untuk exhibition. Untuk wisata air juga cukup lengkap, terdiri dari 7 kolam renang dengan variasi kedalaman serta dilengkapi pula oleh kolam ombak buatan dan kolam terapi ikan. Sedangkan untuk wisata edukasi, di sana terdapat sport center dan miniatur manasik haji. Jika butuh wisata yang dapat meningkatkan adrenalin, di taman ini juga tersedia rafting atau arung jeram menyusuri sungai Serayu sejauh 10 km. Yang unik dan menarik di taman ini adalah adanya miniatur patung Liberty dan patung Merlion. Kamipun menyempatkan berfoto di depan kedua patung tersebut. Lumayan juga, tidak perlu jauh-jauh pergi ke New York dan Singapore, ternyata di kota Banjarnegara sudah bisa merasakan sensasi berfoto di di depan kedua patung tersebut.

wisata Banjarnegara

Patung Liberty dan Merlion di Banjarnegara

Demikian kisah kami saat liburan yang tidak terencana dan singkat itu, walaupun mobil kami mogok, namun kami sekeluarga cukup puas dengan apa yang kami dapatkan di sana. Apakah ada pembaca yang pernah mengalami kejadian serupa? Silahkan sharing di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © Garis Batas 2015