M. MOKO
INDONESIA

IT Professional, Photographer dan Blogger. Bekerja pada perusahaan swasta sebagai Product Marketing, menyukai fotografi Macro, traveling dan outdoor sport.

Translate

Latest Video

Social Media
Supported By
ID Corners
Traveling

Situ Gunung, Danau Perwujudan Syukur Bangsawan Mataram

on
March 5, 2018

Kupersembahkan danau ini sebagai wujud syukur atas kelahiran puteraku“, demikianlah ucapan Rangga Jagad Syahadana atau Mbah Jalun saat istrinya melahirkan puteranya yang pertama. Mbah Jalun sebenarnya adalah bangsawan Mataram yang menjadi buronan Belanda di masa penjajahan Belanda. Dalam pelariannya untuk menghindari kejaran Belanda, Mbah Jalun berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, sampai akhirnya menetap di sebuah lembah. Di lembah inilah Mbah Jalun membuat danau tersebut. Danau inilah yang saat ini dinamakan dengan danau Situ Gunung, yang dalam bahasa Sunda artinya danau yang berada di gunung. Air danau tersebut berasal dari aliran sungai curug Cimanaracun yang berada lebih tinggi di atas curug Sawer. Sesuai dengan namanya, danau ini memang berada di atas gunung di ketinggian 850 dpl (di atas permukaan laut), yaitu di sebelah Selatan lereng Gunung Pangrango. Tepatnya di Situ Gunung Park, kecamatan Kadudampit, Sukabumi. Jika ada yang akan berwisata ke sini, sebagai patokannya adalah ketika menemui pertigaan kantor polisi Polsek Cisaat, kita belok melalui jalan Surya Kencana sejauh kurang lebih 10 km sampai pintu masuk Situ Gunung Park.

Baru-baru ini, saya dan keluarga sempat berkunjung ke danau cantik ini. Tujuan utama kami sebenarnya adalah mengunjungi jembatan gantung Situ Gunung yang fenomenal dan sedang hits karena merupakan jembatan gantung terpanjang dan tertinggi di Indonesia, namun ternyata spot ini masih belum dibuka untuk umum, sehingga kita hanya bisa melihat-lihat pembangunan jembatan gantung tersebut. Dari sini kami memutuskan untuk berwisata ke danau Situ Gunung yang merupakan wisata utama di Situ Gunung Park. Untuk dapat mengunjungi danau tersebut, wisatawan yang membawa kendaraan dapat memparkir kendaraannya di area parkir kedua yang berada tidak jauh dari danau. Namun demikian, dari tempat parkir tersebut wisatawan tetap harus berjalan sekitar 200 meter di jalan menurun, barulah akan menemui danau indah Situ Gunung ini.

situ gunung

Jalan menuju ke danau sudah rapi dan bagus

Baca juga: Candi Cangkuang, Cagar Budaya Tersembunyi di Jawa Barat

Keindahan Alam yang Eksotis Danau Situ Gunung

situ gunung

Spot yang bagus untuk foto

Panorama di danau tersebut sangat eksotis, dengan dikelilingi hutan pinus dan berlatar belakang hutan damar menambah keindahan danau tersebut. Di beberapa bagian danau terdapat semacam pulau-pulau kecil yang juga ditumbuhi rerumputan hijau. Tidak hanya panoramanya yang indah, suara kicauan burung kepondang, kutilang dan prenjak menambah asri dan alami suasana di sana. Sesekali juga terlihat monyet ekor panjang (lutung) di antara pepohonan di sekitar danau. Menurut para penjual souvenir di sekitar danau Situ Gunung, pemandangan yang sangat indah dapat dilihat di pagi hari saat matahari baru terbit. Banyak para pemburu foto yang berkemah di camping ground yang berada di dekat danau untuk mendapatkan moment ini.

Sesampainya di pinggir danau, beberapa orang menawarkan penyewaan tikar untuk para wisatawan yang ingin piknik atau sekedar bersantai dalam waktu lama di sekitar danau. Wisatawan juga dapat menyewa rakit bambu dengan biaya Rp. 15,000 per orang. Setiap rakit bambu akan dikemudikan oleh 2 orang petugas rakit yang bertugas mendayung dengan cara menancapkan batang bambu ke dasar danau. Hal tersebut ternyata bukanlah pekerjaan yang mudah, sangat sulit dan butuh tenaga extra ketika saya mencoba untuk menggantikan petugas dayung tersebut untuk melaksanakan tugasnya. Hal tersebut karena danau ini memiliki kedalaman 3 hingga 5 meter di posisi tengah dan 1 hingga 2 meter di pinggiran danau. Selain rakit bambu, ada juga sepeda air untuk disewakan kepada wisatawan. Di beberapa bagian danau, terlihat juga beberapa orang sedang duduk-duduk sambil memancing. Menurut petugas rakit, di danau tersebut terdapat banyak sekali ikan berupa ikan gabus, mujair, sepat dan nila.

situ gunung

Berkeliling danau dengan rakit bambu
situ gunung

Begini bentuk rakit bambu yang kami tumpangi
situ gunung

Ternyata sulit dan butuh tenaga extra untuk mengendalikan rakit
situ gunung

Ada juga sepeda air untuk disewa wisatawan

Baca juga: Danau Jatijajar Depok, Menjadi Surga Para Pemancing

Terdapat 2 bumi perkemahan (camping ground) yang terdapat di Situ Gunung, yaitu bumi perkemahan Tanakita dan Kaliandra. Selain berkemah, bagi para wisatawan yang ingin bermalam juga dapat menyewa semacam wisma atau penginapan yang juga disediakan oleh pengelola Situ Gunung Park. Sayangnya saat itu kami tak punya banyak waktu, suatu saat nanti mungkin kami akan mencoba untuk berkemah di salah satu bumi perkemahan ini.

 

TAGS
16 Comments
  1. Reply

    Dyah Yasmina

    March 6, 2018

    Wah, boleh juga nih untuk jadi alternatif liburan.

    • Reply

      Mauliddin Moko

      March 6, 2018

      Benar Mba, bagus kok danaunya, fotogenic dan instagramable banget

  2. Reply

    Onix

    March 6, 2018

    sepertinya akan lebih apik jika melalui proses editing foto pak, biar terlihat lebih cerah…

    • Reply

      Mauliddin Moko

      March 7, 2018

      Terima kasih masukannya Mba, tadinya saya mau bikin agak dramatis, tapi kayaknya malah jadi terlalu gelap ya…

  3. Reply

    Onix

    March 7, 2018

    Di luar itu udah bagus fotonya mas, hehe boleh dong minta follow back nya
    onixoctarina thanksss

    • Reply

      Mauliddin Moko

      March 7, 2018

      Siaaap……., udah saya follow Mba 🙂

  4. Reply

    DIRMANTO.web.id - Personal Blog - Indonesian

    March 8, 2018

    memanjakan sekali ya, pak.. apalagi jika sempat bermalam, pasti menyenangkan 🙂

    • Reply

      Mauliddin Moko

      March 9, 2018

      Benar Mas, sayang kemarin waktu ke sana gak punya waktu yang cukup, padahal pingin kemping di sana

  5. Reply

    Himawan Sant

    April 6, 2018

    Sakti-sakti mandraguna ya orang tempoe doloe … tau-tau lewat ucapannya mendadak bisa muncul danau, mata air, dan seterusnya

    Kalo orang jaman now mana bisa kayak gitu ya, mas ?

    • Reply

      Mauliddin Moko

      April 6, 2018

      Yup, kalo jaman now beda mas, jalan2 seharian tau2 besoknya muncul di blog hahahahaha

  6. Reply

    Feri

    June 10, 2018

    Bapak ini kerjanya banyak jalan2 nya yah. Jadi pengen. Andai saya banyak liburnya, pasti travelling mulu nih. Hehe

    • Reply

      Mauliddin Moko

      June 10, 2018

      Hehehehe, sama aja kok mas, saya juga sempetnya kalau weekend aja, dimanfaatin dengan benar hahahaha

  7. Reply

    Feri

    June 10, 2018

    Mas minta saran dong. Di tgl 19 ini saya beserta keluarga pengen liburan, tapi masih bingung mau kemana. Paling 1 harian sih, brangkat subuh pulang sore. Enak kemana ya mas buat keluarga. Oya saya bawa anak saya masih balita 1 tahun. Makasih mas.

    • Reply

      Mauliddin Moko

      June 10, 2018

      Kalau di 19 Juni ini krn masih dalam masa2 libur lebaran, pasti tempat wisata di mana2 penuh. Kalau cuma punya waktu seharian, alternatifnya area puncak dan Bogor saja. Berangkatnya kalau bisa sebelum shubuh, jadi bisa dapat discount waktu di perjalanan menuju lokasi, karena gak kena macet. Di area Bogor – Sentul banyak tempat wisata baru spt Leuwi Hejo, Leuwi Lieuk dan Leuwi Asih, bentuknya mirip2 Green Canyon di Pangandaran, tapi sayangnya belum bisa dinikmati oleh anak2, karena rata2 memiliki kedalaman yang cukup extrim. Kalau dgn anak2 mungkin hutan pinus gunung Pancar atau wisata sekitar Puncak lebih cocok ya. Semoga bisa bersenang2 liburannya ya Mas Feri….

  8. Reply

    dinilint

    July 18, 2018

    Suka dengan foto-fotonya. Adem

    • Reply

      Mauliddin Moko

      July 20, 2018

      Makasih Mba Dini 🙂 🙂

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.