M. MOKO
INDONESIA

IT Professional, Photographer dan Blogger. Bekerja pada perusahaan swasta sebagai Product Marketing, menyukai fotografi Macro, traveling dan outdoor sport.

Translate

Latest Video

Social Media
Supported By
ID Corners
Curug Cikaso
Traveling

Curug Cikaso, Fakta Mencekam Dibalik Keindahannya

on
March 31, 2018

Penasaran pada cerita seorang teman di kantor ketika istirahat makan siang yang mengatakan bahwa menurut adiknya yang pernah mengunjungi Curug Cikaso, curug ini adalah air terjun terindah yang pernah dia temui selama dia mengunjungi banyak air terjun yang ada di Jawa Barat, akhirnya saya bersama keluarga memutuskan untuk membuktikan kata-kata yang disebutkan oleh teman tadi. Minggu jam 3.30 dini hari, saya bersama keluarga memulai perjalanan menuju Curug Cikaso yang merupakan salah satu tempat wisata Ujung Genteng. Sengaja kami memulai perjalanan dini hari tersebut karena berdasarkan perhitungan waktu dan jarak di Google Maps, perjalanan dari lokasi kami di Depok membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam menuju Curug Cikaso. Saya berpendapat bahwa jika ingin wisata air terjun yang maksimal maka datanglah di pagi hari karena selain masih sepi dari wisatawan lain, jika tidak mendung cahaya matahari pagi juga sangat bagus untuk berfoto di lokasi air terjun. Jalur yang kami lewati adalah menuju Pelabuhan Ratu, lalu belok kiri di pertigaan Cidadap yang menuju ke arah Ujung Genteng. Sepanjang perjalanan kami disuguhi dengan pemandangan yang sangat indah. Mulai dari garis pantai yang dilihat dari posisi ketinggian sampai dengan panorama gunung Salak dan Gede Pangrango dilihat dari kejauhan. Satu jam mendekati tujuan, jalannya mengecil dan agak rusak. Saya sampai tidak yakin apakah benar arah yang ditunjukan oleh Google Maps, namun setelah 2 kali bertanya kepada penduduk sekitar, akhirnya sampailah kami di tempat tujuan, yaitu Curug Cikaso. Lokasi tepatnya yaitu berada di Dusun Ciniti, Cibitung, Kec. Surade, Cibitung, Sukabumi, Jawa Barat

Baca juga: Foto Traveling Maksimal, Bagaimana Cara Mendapatkannya

Menyusuri Sungai untuk Menuju Curug Cikaso

Tepat jam 8.30 pagi kami sampai di lokasi pintu masuk Curug Cikaso, selisih sekitar 1 jam lebih lambat dari estimasi waktu yang diberikan oleh Google Maps karena memang dipotong waktu Sholat Subuh, sarapan dan beberapa kali berhenti di mini market sepanjang perjalanan. Di pintu masuk kami harus membayar Rp. 27rb. sebagai biaya parkir kendaraan. Tempat parkir berada sekitar 200 meter dari pintu masuk tersebut. Petugas parkir sempat memperingati kami agar waspada dan berhati-hati ketika mengunjungi objek wisata ini. Hal tersebut cukup menjadi pertanyaan di benak kami, kenapa harus diperingatkan untuk berhati-hati. Tapi ya sudahlah, memang di manapun kita harus waspada dan berhati-hati. Sampai di lokasi parkir, suasana masih sangat sepi, sepertinya belum ada wisatawan lain yang berkunjung ke sini pagi itu, belum ada kendaraan lain yang terparkir di sana. Terdapat warung nasi bertuliskan ‘Warung Nasi Ibu Mimi’ yang menjual sarapan pagi, gorengan, mie instan dan berbagai kebutuhan wisatawan. Turun dari kendaraan, kami sudah disambut oleh seorang Bapak yang ternyata menawarkan jasa untuk menjadi pemandu di wisata ini. Karena ini adalah pertama kali saya berkunjung ke sini, saya terima jasa sang Bapak tersebut untuk menjadi pemandu kami selama di lokasi Curug Cikaso. Ternyata memang benar, kami adalah wisatawan pertama yang datang di hari itu, bagus bagi kami, berarti sesuai dengan rencana, supaya bisa berfoto-foto dengan leluasa tanpa ada gangguan orang lain. Itupun kami masih harus menunggu kira-kira 10 menit karena jalan menuju dermaga perahu sedang dibersihkan. Informasi dari sang Bapak Pemandu, ‘semalam habis hujan dan air sungai Cikaso pasang hingga menggenangi jalan menuju ke dermaga’.

Curug Cikaso

Jalan menuju dermaga sangat becek dan berlumpur akibat air pasang dan banjir sebelumnya

Dari lokasi tempat parkir, kami masih harus berjalan sekitar 20 meter menuju ke dermaga perahu yang akan membawa kita ke Curug Cikaso. Oh ya, menurut Bapak Pemandu (saya sampe lupa menanyakan namanya), kita sebenarnya bisa menuju ke Curug Cikaso dengan berjalan kaki dengan menyusuri pinggir sungai melewati pematang sawah, namun karena kondisi habis hujan dan banjir, jalan setapak yang akan dilewati akan sangat becek, jadi lebih disarankan untuk menggunakan perahu. Biaya yang harus kami keluarkan untuk naik perahu ini adalah Rp. 65rb per perahu dengan kapasitas maksimal 10 orang. Setelah menunggu pengemudi perahu mempersiapkan perahunya di dermaga kecil yang telah disediakan, kamipun mulai menaiki perahu. Jalur yang akan kami lewati menggunakan perahu itu adalah menyusuri sungai Cikaso hingga menuju ke Curug Cikaso. Curug Cikaso sendiri sebenarnya bukan berada di sungai Cikaso, tapi berada di sungai lain yang bernama sungai Cicurug namun aliran airnya menuju ke sungai Cikaso yang mengalir terus ke hilir di laut Selatan, sehingga orang-orang menyebutnya dengan nama Curug Cikaso. Namun warga sekitar mengenal curug tersebut dengan nama curug Luhur. Panorama sepanjang sungai selama dalam perahu sangat indah dan sangat alami, lebar sungai berukuran  kira-kira 50 hingga 100 meter dengan kedua sisi pepohonan hijau yang cukup lebat.

Curug Cikaso

Dermaga kecil untuk naik turun penumpang perahu

Curug Cikaso, Keindahan dan Pusaran Arus Bawah Air Pencabut Nyawa

Curug Cikaso

Menuju ke Curug Cikaso dengan perahu

Rupanya hanya memakan waktu kurang dari 6 menit dalam perahu hingga akhirnya sampailah kami di Curug Cikaso. Dari kejauhan sudah terdengar deru suara air dari air terjun curug ini. Ternyata benar-benar terbukti cerita yang dikatakan oleh teman saya, bahwa air terjun ini adalah air terjun yang paling indah dari semua air terjun yang ada di Jawa Barat. Sayapun setuju dengan pernyataan tersebut. Buih-buih berwarna putih akibat curahan air terjun dengan latar belakang warna hijau akibat lumut yang menempel pada dinding tebing terlihat sangat cantik dan menawan. Kolam di bawah air terjun yang berwarna hijau kebiruan disertai rimbunnya pepohonan hijau sekeliling curug menjadi daya tarik tersendiri. Sungguh merupakan salah satu maha karya terindah goresan alam ciptaan Sang Illahi.

Curug Cikaso

Keindahan Curug Cikaso

Terdapat tiga air terjun dengan ketinggian yang berbeda, paling kiri adalah curug Asepan yang memiliki ketinggian kurang lebih 67 meter, lalu di tengah adalah curug yang paling tinggi yaitu curug Meong dengan ketinggian sekitar 84 meter, dan curug paling kanan yang agak tersembunyi oleh tebing batu dengan pepohonan hijau adalah curug Aki, curug ini memiliki ketinggian sekitar 76 meter. Menurut Bapak Pemandu, wisatawan yang datang dianjurkan untuk tidak berenang sembarangan di lokasi sekitar curug Cikaso karena selain arus sungai yang deras, kolam pada curug Asepan memiliki palung dengan kedalaman kurang lebih 40 meter, kolam pada curug Meong juga memiliki palung yang bersambung dengan palung pertama, namun kedalamannya lebih dangkal, yaitu sekitar 8 meter. Akibat curahan air dari atas tebing, arus bawah sungai membentuk putaran yang kadang menarik segala sesuatu dan terjebak ke dasar palung, sangat berbahaya bagi wisatawan berenang di bawah tumpahan air terjun tersebut. Menurut Bapak Pemandu, paling sedikit, curug ini telah memakan tiga orang korban jiwa yang terjebak ke dalam pusaran arus bawah kolam hingga ke dasar palung, padahal ketiga korban tersebut bukan orang yang tidak bisa berenang. Terjawab sudah arti peringatan yang diberikan kepada kami dari petugas parkir tadi. Namun bukan berarti para wisatawan tidak bisa berenang dan bermain air di sekitar curug, masih banyak area-area yang aman untuk dapat berenang atau sekedar bermain air. Untuk itu, sangat disarankan para wisatawan menggunakan jasa pemandu agar bisa memberikan informasi, area mana saja yang aman untuk berenang.

Baca juga: Curug Cibeureum, Keindahan Tersembunyi di Kaki Gunung Gede – Pangrango

Curug Cikaso

Wisatawan tetap dapat bermain air asal waspada dan berhati-hati
Curug Cikaso

Pagi hari saat yang tepat mengunjungi air terjun ini

Sumber Mata Pencaharian Warga Lokal

Curug Cikaso

Sangat indah untuk berfoto

Suasana di sekitar curug ini masih sangat alami, objek wisata ini juga masih dikelola oleh warga lokal. Adanya objek wisata ini menjadi sumber penghasilan bagi warga sekitar, selain dapat berjualan di sekitarnya, banyak warga yang menawarkan diri menjadi pemandu wisata dengan biaya sukarela. Berdasarkan cerita Bapak Pemandu kami, di curug tersebut dan sekitar sungai Cikaso juga banyak terdapat ikan Sidat. Ikan tersebut yang menjadi buruan warga sekitar karena memang rasanya yang enak dan harganya juga cukup mahal jika dijual. Kegiatan mencari ikan inilah awal mulanya warga lokal mengetahui adanya palung di kolam sekitar curug Cikaso, yaitu saat air sedang surut, warga lokal menangkap ikan dengan menggunakan 2 batang bambu yang masing-masing memiliki panjang kurang lebih 20 meter. Tapi sayangnya masih banyak orang yang memanfaatkan curug tersebut untuk tujuan lain, seperti mencari kekayaan atau kegiatan mistis lainnya di sekitar curug.

Demikian pengalaman kami dan informasi yang saya dapat ketika mengunjungi Curug Cikaso. Semoga bisa menjadi referensi bagi pembaca yang juga ingin mengunjungi objek wisata ini.

Video Singkat Kami Saat Traveling ke Curug Cikaso

TAGS
31 Comments
  1. Reply

    Backpacker Idaman

    March 31, 2018

    Itu kita sebelum kenalan sama Curug Cikaso kita nyebrang pakai perahu dulu ya Om …

    • Reply

      Mauliddin Moko

      March 31, 2018

      Iya Om, jalan kaki juga bisa sih, kurang lebih 15 sampai 30menit

  2. Reply

    Mydaypack

    March 31, 2018

    what the…. haa 40 mtr palung laut, ngeri bangettt
    saya pernah nyelam 10 meter aja telinga udah hampir pecah, gimana kalau sampai 40 mtr

    • Reply

      Mauliddin Moko

      March 31, 2018

      Palung sungai mas, udah gitu air yang turun ke bawah akan berputar di bawah palung, yg tersedot akan terjebak di bawah. Tapi panoramanya sangat indah, asal waspada dan hati2, harusnya aman2 aja

  3. Reply

    Ari

    March 31, 2018

    Nggak aman buat berenang yaa, jadi pengunjung pertama harusnya dapat souvenir tuh, ke sana aah, sambil nawarin gantungan kunci haha

    • Reply

      Mauliddin Moko

      March 31, 2018

      Hahahaha, ide bagus, ide lain bagi2 gantungan kunci nama domain aja buat sesama blogger hahahaha

  4. Reply

    Himawan Sant

    March 31, 2018

    Wah,mantaap …
    Perjuangannya ke lokasi air terjun kudu naik perahu dulu.

    Besar aliran air terjun ya.
    Kalau saat musim penghujan,perlu diwaspadai tiba2 ada banjir kiriman.

    • Reply

      Mauliddin Moko

      March 31, 2018

      Iya bener Om, Bapak Pemandu juga sempat kasih peringatan utk tidak ke sana saat sedang hujan besar

  5. Reply

    herva yulyanti

    March 31, 2018

    duh ngeri banget dalamnya bisa 40 meter alamak yang 1 meter aja aku takut wkwk..tapi emang yah setelah menempuh jalanan yang cukup lama viewnya mantep untuk curugnya 🙂

    • Reply

      Mauliddin Moko

      March 31, 2018

      Benar Mba, gak nyesel kok mampir ke curug ini, panoramanya benar2 sangat indah

  6. Reply

    Nurul Sufitri

    April 1, 2018

    Wah…serem juga ya itu arus sampai memakan 3 korban jiwa. Indah… menghanyutkan hihihi. Tapi bagus sih pengelola curug meberikan peringatan kepada wisatawan yg berkunjung. Alhamdulillaah ya Mas Moko sekeluarga aman hehehe.

    • Reply

      Mauliddin Moko

      April 1, 2018

      Alhamdulillah selamat sampai kembali ke rumah, makasih ya Mba hehehehe

  7. Reply

    Endah Kurnia Wirawati

    April 1, 2018

    sering dengar nama curug ini sih tapi belum berkesempatan untuk mengunjunginya..
    bagusnya pagi2 ya biar masih sepi

    • Reply

      Mauliddin Moko

      April 2, 2018

      Biar fotonya gak bocor Mba, kalo kesiangan susah cari spot yang sepi

  8. Reply

    Anggara W. Prasetya

    April 9, 2018

    Wow. Keren banget dah air terjun yg satu ini…
    Andai jaraknya deket dari Solo…

    • Reply

      Mauliddin Moko

      April 9, 2018

      Deket Mas, cuma 1jam pake pesawat hehehehehehe

  9. Reply

    Anggara W. Prasetya

    April 9, 2018

    Kalo nurut Google Map rute perjalanan darat tercepat lewat jalur selatan yg juga lewatin kawasan pantai-pantai kayak Pangandaran dan sekitarnya..
    Jarak tempuhnya bisa 15 jam.. hadehhh

    Padahal bagus sekali… T_T

    • Reply

      Mauliddin Moko

      April 9, 2018

      Nah, sekalian mampir ke pantai2 sepanjang pantai Selatan Mas

  10. Reply

    Annafi

    April 14, 2018

    ngeri-ngeri sedap curugnya. tapi tetep harus nyebur kalau ke situ suatu saat nanti.

    • Reply

      Mauliddin Moko

      April 14, 2018

      Yes bener Mba……..udah jauh2 hehehehehe

  11. Reply

    vanisa

    April 17, 2018

    buat orang sunda, curug cikaso terkenal pisan ya. sering denger 😀
    kemaren waktu ke sukabumi mainnya ke ciletuh, ke curug awang 😀

    • Reply

      Mauliddin Moko

      April 17, 2018

      Gak jauh2 dari Ciletuh ini Mba

  12. Reply

    nur rochma

    April 19, 2018

    Ngeri juga kalau sampai memakan korban jiwa. Tapi kalau ada peringatan mesti diperhatikan demi keselamatan kita juga.

    • Reply

      Mauliddin Moko

      April 19, 2018

      Benar sekali Mba. Asal hati2 harusnya aman2 aja sih

  13. Reply

    gusinfo

    April 19, 2018

    Keindahan curug cikaso-nya menjadikan yang beraura mistis lambat laun akan hilang pastinya.. makin banyak yang mengunjungi makin hilang berbagai mitos didalamnya.. 🙂

    • Reply

      Mauliddin Moko

      April 19, 2018

      Yes Om, yang penting keindahannya jangan ikut hilang

  14. Reply

    Nurul Sufitri

    May 1, 2018

    Antara indah dan serem nih kalo mau jalan2 ke Curug Cikaso ini. Mesti bermai2 deh jangan cuma sekeluarga aja, jadi kalau ada apa2 bisa salin menjaga dan koordinasi 🙂

    • Reply

      Mauliddin Moko

      May 2, 2018

      Insya Allah aman kok Mba, asal hati2 dan ikuti peraturan

  15. Reply

    Liana

    May 6, 2018

    wah, curug Cikaso punya pesonanya sendiri ya pak. walau ke sana butuh perjuangan banget.
    menarik!
    suka sama videonya, keep sharing ya pak 🙂

    • Reply

      Mauliddin Moko

      May 6, 2018

      Terima kasih udah sempatkan untuk lihat videonya Mba :), salam kenal ya

  16. Reply

    Liana

    May 6, 2018

    sama2 ya pak, salam kenal juga 🙂

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.