Garis Batas

Traveling & Science Blog

Teknologi Solar Cell sebagai Pembangkit Energi Tanpa Batas

Solar Cell

Solar Panel (Pic by: Blickpixel under CC License)

Sumber energi alternatif sangat kita butuhkan mengingat sumber energi yang selama ini kita andalkan, yaitu energi yang bersumber dari fosil diperkirakan akan habis dalam beberapa puluh tahun yang akan datang. Dan, salah satu sumber energi yang cukup menjanjikan adalah energi matahari. Ini merupakan sumber energi yang tidak akan ada habis-habisnya dan sangat berpotensi selain murah alias gratis. Secara luas, energi matahari tidak menghasilkan polusi atau emisi dan tidak menghasilkan emisi karbon. Energi matahari merupakan energi terbarukan yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal. Energi tersebut bisa menjadi sumber listrik, bisa dimanfaatkan untuk pemanas, untuk menghidupkan barang elektronik, sebagai sumber utama energi kendaraan maupun pesawat dan lain-lain.

Saat ini pemanfaatan teknologi solar cell sebagai pembangkit energi sudah mulai banyak digunakan walaupun skalanya masih sangat kecil. Namun tampaknya di masa yang akan datang, energi matahari bisa menjadi alternatif paling tepat untuk menggantikan energi fosil.

Radiasi sinar matahari

Apabila kita berbicara mengenai teknologi solar cell, maka kita juga akan berbicara mengenai radiasi sinar matahari karena ini merupakan komponen utama penghasil energi.

Dikatakan bahwa, bumi yang kita pijak ini menerima sangat banyak energi dari matahari. Bahkan dikatakan, energi yang kita dapatkan dalam waktu 1 jam bisa dimanfaatkan oleh seluruh populasi di dunia dalam rentang waktu 1 tahun. Dengan adanya energi yang melimpah tersebut, tentu saja sayang apabila tidak dimanfaatkan.

Total energi yang diterima oleh bumi dari matahari setiap harinya sekitar 4,2 x 1018Watthours atau setara dengan 6,26 x 1020 joule per jam.

Sinar matahari sebenarnya memiliki berbagai warna membentuk sebuah spektrum. Panas matahari tersebut menghasilkan energi yang berbeda-beda. Begitu juga dengan bagian-bagian belahan bumi, juga menerima jumlah energi yang berbeda-beda. Satu contoh, energi di atas permukaan laut yang lokasinya dekat dengan garis khatulistiwa mencapai 1 kw per meter persegi.

Menangkap energi matahari

Teknologi solar cell bisa dimanfaatkan sebagai pembangkit energi karena energi matahari sebenarnya bisa ditangkap dengan dua cara yang akan digunakan sebagai pemanas atau sebagai energi listrik.

Cara yang pertama adalah dengan menggunakan thermal system. Thermal system bisa dimanfaatkan untuk menangkap energi panas matahari atau radiasi inframerah yang bisa digunakan untuk memanaskan ruangan dan bisa juga digunakan untuk menghasilkan energi listrik menggunakan generator.

Cara yang kedua adalah dengan menggunakan fotovoltaic system. Cara ini akan menangkap radiasi dengan frekuensi yang lebih tinggi dari matahari seperti sinar ultraviolet yang kemudian akan diubah menjadi energi listrik.

Hambatan penggunaan teknologi solar cell

Energi yang dihasilkan oleh matahari memang sangat melimpah. Akan tetapi hingga saat ini energi matahari belum bisa dimanfaatkan dengan maksimal karena beberapa hambatan yang masih dirasakan. Diantara hambatan-hambatan tersebut adalah: Biaya awal pemasangan panel surya sedikit agak tinggi. Lokasi dan ketersediaan matahari juga sangat berpengaruh terhadap energi yang diserap. Kemudian, panel surya yang banyak digunakan sebagai pembangkit energi tidak mampu bekerja dengan efisien karena hanya akan menyerap sekitar 40%. Sehingga, 60% dari energi yang bersumber dari matahari akan sia-sia dan tidak dimanfaatkan.

Faktor lain yang perlu dipertimbangkan saat kita memanfaatkan teknologi solar cell adalah penggunaan photovoltaic yang sebagian besarnya terdiri atas silikon dan logam beracun seperti timbal, kadmium, dan merkuri yang dapat menyebabkan polusi lingkungan.

Namun demikian, teknologi solar cell ini merupakan teknologi yang sangat menjanjikan, karena sumber energi yang bersumber dari fosil lambat laun akan habis, sedangkan cahaya dan panas matahari masih sangat berimpah dan seolah tanpa batas. Tinggal menunggu optimalisasi teknologinya saja agar bisa maksimum dan aman digunakan.

6 Comments

Add a Comment
  1. Wah..ini akan menjadi terobosan mutakhir memanfaatkan sumber daya matahari utk energi listrik

    1. Benar Mba, sumber daya dari fosil kita sdh mau habis, kita harus bisa mencari alternatif sumber daya lainnya

  2. Dari dulu punya mimpi kalo nanti punya rumah sendiri pengen pake tenaga surya. Tapi butuh berapa luas ya kalo untuk listrik satu rumah?

    1. Perhitungannya agak kompleks, harus diketahui dulu daya yang dibutuhkan dalam 1 rumah dan berapa lama jam pemakaiannya. Hasilnya masih perlu perhitungkan lagi dengan efisiensi inverter dan alat solar cell yang digunakan. Dari daya total baru kita bisa tau berapa lembar solar panel yang dibutuhkan. Sebagai contoh jika membutuhkan daya sekitar 3000W, dengan teknologi yang ada saat ini, dibutuhkan solar panel dengan luas kira2 30 meter persegi. Mudah2an bisa menjadi referensi 🙂

  3. Kemarin gw habis live on board di labuan bajo, rata2 kapal disana sudah mengunakan sollar cell buat cadangan energi nya. Bisa buat nyalain AC hahaha

    1. Wih…keren……lumayan bisa irit listrik ya Mas hehehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © Garis Batas 2015