Garis Batas

Traveling & Science Blog

Perkembangan Teknologi Jaringan dari Masa ke Masa

perkembangan teknologi jaringan

Ilustrasi teknologi jaringan (Pic by: Charles Rondeau under CC License)

Hanya dalam beberapa puluh tahun, kecepatan internet sudah meningkat berkali-kali lipat. Saat ini, sebagian besar orang mungkin lebih mengenal jaringan internet seperti HSDPA, 3G, atau 4G. Akan tetapi, Jauh sebelum teknologi wireless tersebut hadir, pada umumnya kita mengakses internet dengan kabel. Dalam ulasan kali ini, akan dibahas perkembangan teknologi jaringan yang berkembang dari masa ke masa

  1. Modem PC yang lahir pada tahun 1977

Pada tahun 1977, ini merupakan tahun yang sangat bersejarah yang menandai perkembangan teknologi jaringan internet seperti yang kita kenal saat ini. Pada tahun tersebutlah perama kalinya dunia mengenal modem PC. Modem PC ini dikembangkan oleh Dennis Hayes dan Dale Heatherington yang pada awalnya hanya diproduksi dalam jumlah sedikit. Modem tersebut hanya diperkenalkan dan dijual kepada penggemar komputer karena masih belum praktis.

Karena sulit digunakan dan tidak praktis, Dennis Hayes pun mengembangkan modem tersebut hingga muncullah modem dengan kecepatan 300 bit per second yang dikeluarkan pada tahun 1981. Ini merupakan produk bersejarah sekaligus produk berkualitas tinggi yang ada pada tahun 1980-an.

Harga modem ini masih tergolong mahal. namun sudah digunakan di beberapa komputer seperti Apple II.

Di tahun 1990-an, muncullah beberapa pesaing yang kemudian menyebabkan harga modem semakin murah. Tidak hanya itu, beberapa pesaing juga membuat modem yang lebih cepat sehingga memaksa perusahaan Hayes untuk berinovasi agar tetap bisa bersaing.

Produsen lain banyak yang menciptakan modem dengan kecepatan 2400 bit per second. Yang kemudian direspon oleh perusahaan Hayes dengan mengeluarkan modem yang bernama Express 96. mode tersebut memiliki kecepatan hingga 9600 bit per second.

  1. Jaringan 1G

Standar telekomunikasi analog ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1980. Ini adalah generasi pertama dari jaringan teknologi telepon nirkabel.

  1. Global system for mobile communication (GSM) (2G)

Tahun 1991 merupakan tahun ketika pertama kali jaringan 2G diperkenalkan yang ditandai dengan munculnya jaringan GSM. Jaringan ini dikembangkan oleh European telecommunication standard Institute. Jaringan 2G (second Generation) untuk menggantikan jaringan 1G.

Kemunculan jaringan 2G ditandai dengan perkembangan jaringan seluler analog yang dioptimalkan untuk melakukan komunikasi full duplex.

Perbedaan antara jaringan 1G dan 2G terletak pada sinyal radio yang digunakan. Pada jaringan 1G, sinyal radio yang digunakan adalah sinyal radio analog. sedangkan pada jaringan 2G sudah menggunakan sinyal digital.

Dengan jaringan 2G Ke mana kita bisa berkirim pesan SMS, bisa mengirim pesan gambar dan pesan MMS.

Semua pesan teks yang dikirim melalui jaringan 2G akan deskripsi secara digital sehingga memungkinkan file tersebut ditransfer sedemikian rupa.

Perkembangan teknologi jaringan tersebut terus dikembangkan hingga kemunculan jaringan 2.5 G, 2.75g, 3G, 4G dan lain-lain.

Pada jaringan 2G, transfer data bisa dilakukan melalui GPRS (General Packet Radio Service) dan melalui EDGE (Enhanced Data rates for GSM Evolution). GPRS bisa dimanfaatkan untuk mengirim data hingga 160 kbps. jauh lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan GSM yang hanya dapat mengirim data maksimal 9,6 kbps.

  1. Jaringan 3G

Jaringan 3G adalah singkatan dari 3th Generation. Atau generasi ketiga dari teknologi telekomunikasi seluler. Jaringan 3G banyak dimanfaatkan untuk mengakses internet secara mobile atau mengakses internet secara nirkabel (wireless). Kecepatan transfer data menggunakan jaringan 3G mencapai 200 kilobit per second.

Pada perkembangannya, jaringan generasi ketiga ini mendapatkan upgrade menjadi jaringan 3.5G dan 3.75G.

  1. UMTS (Universal Mobile Telecommunication Service)

Sistem jaringan ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2001 terutama di Jepang, Cina dan Eropa. UMTS menggunakan antarmuka radio yang lebih luas disebut W-CDMA ( White Bencode Division Multiple Access). Kemudian Dikembalikan pada tahun 2009 hanya di negara China saja. UMTS kemudian dikembangkan yang ditandai dengan kemunculan HSPA. Jaringan ini mampu memberikan kecepatan maksimal hingga 56 Mb per second. 28 MB untuk download dan 22 MB untuk upload.

  1. CDMA2000

Jaringan ini banyak dikenal di Amerika Utara dan Korea Selatan. Teknologi jaringan CDMA menggunakan standar 2G. Teknologi jaringan ini mampu menawarkan kecepatan download hingga 14,7 MB per second.

  1. HSPA

HSPA adalah upgrade dari gabungan beberapa jaringan teknologi seperti W-CDMA. HSPA menawarkan kecepatan hingga 14,4 Mb per second untuk download dan 5,76 Mb per second untuk upload.

  1. HSPA+

Revisi selanjutnya menghadirkan HSPA+ yang dapat memberikan kecepatan maksimal 168Mb per second untuk download dan 22 Mb per second untuk upload.

  1. 4G

Jaringan nirkabel untuk telekomunikasi generasi keempat diperkenalkan pertama kali di Korea Selatan pada tahun 2007.

Generasi keempat dari jaringan wireless ini menawarkan kecepatan hingga 100 Mb apabila digunakan untuk mengakses data dengan mobilitas tinggi. Sedangkan untuk mengakses data mobilitas rendah atau untuk mengakses data nirkabel secara lokal, jaringan generasi keempat atau 4G menawarkan kecepatan hingga 1 GB per second.

  1. LTE

Jaringan LTE diperkenalkan pada tahun 2009 di Oslo Norwegia dan di Stockholm Swedia. Ini merupakan standar jaringan wireless berkecepatan tinggi untuk ponsel dan Terminal data. Kecepatan maksimal download jaringan LTE mencapai 300 MB / s dan upload mencapai 75 MB / s.

  1. Fiber

Industri telekomunikasi berkembang dengan sangat pesat. Jika dahulu teknologi jaringan berbasis kabel kebanyakan menggunakan kabel berbahan tembaga, saat ini sudah dikembangkan jaringan dengan teknologi kabel serat optik. Salah satu kelebihan penggunaan kabel serat optik adalah kecepatannya mentransfer data yang jauh lebih besar dan stabil dibandingkan dengan penggunaan kabel tembaga.

Salah satu bentuknya adalah FTTH (fiber to the home) yang memungkinkan jaringan ini masuk ke rumah-rumah. kelebihan jaringan menggunakan kabel optik ini adalah, memiliki kecepatan yang stabil dan bisa mentransfer 1GB/s atau lebih hingga puluhan kilometer. Jauh berbeda dengan penggunaan kabel tembaga yang hanya bisa mentransfer data sejauh 100 meter untuk 1 GB per second.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © Garis Batas 2015