Garis Batas

Traveling & Science Blog

Penularan dan Siklus Hidup Virus Dengue sebagai Penyebab DBD

penyebab dan penularan dbd

Aedes Aegepty(Pic by: Skeeze under CC License)

Nyamuk aedes aegypti merupakan nyamuk yang berperan dalam penularan dan penyebab DBD, chikungunya dan penyakit lainnya. Termasuk juga penyakit seperti virus Zika. Nyamuk ini memiliki ciri-ciri berukuran cukup kecil berwarna hitam dan memiliki belang putih. Ukuran tubuhnya kurang lebih 4 mm hingga 7 mm. Di bagian kakinya terdapat garis-garis berwarna putih. Nyamuk betina ukurannya lebih besar dibandingkan dengan nyamuk jantan. Jenis aedes aegypti biasanya menggigit pada siang hari.

Satu ekor nyamuk aedes aegepty bisa menghasilkan antara 100 hingga 200 butir telur. Dan seumur hidupnya, nyamuk tersebut bisa bertelur sekitar 5 kali. Nyamuk aedes aegepty disebut serangga holometabolous. Artinya, serangga tersebut memiliki metamorfosis lengkap mulai dari telur, larva, pupa dan kemudian menjadi dewasa. Rentang hidup nyamuk dewasa berkisar antara dua Minggu hingga satu bulan tergantung dari kondisi lingkungan.

Siklus hidup nyamuk aedes aegepty biasanya akan selesai dalam waktu kurang lebih 3 Minggu. Dari telur menuju larva biasanya dibutuhkan waktu antara 2 hingga 7 hari. Dari larva menuju pupa kurang dari 4 hari dan dari pupa menjadi nyamuk dewasa akan memakan waktu sekitar 2 hari.

Pada umumnya 2 jam setelah matahari terbit dan beberapa jam sebelum matahari terbenam. Nyamuk ini sangat suka berada di dalam ruangan, atau di tempat-tempat gelap seperti di lemari, akan tetapi juga bisa ditemukan di luar ruangan terutama di tempat-tempat yang dingin dan teduh. Hampir semua spesies nyamuk aedes aegepty jantan tidak menggigit manusia atau hewan dan biasanya mereka hanya hidup menggunakan makanan yang didapatkan dari bunga dan buah. Berbeda dengan nyamuk betina yang selain makan dari buah-buahan juga menggigit manusia karena membutuhkan darah untuk berkembang biak.

Jika dilihat dengan menggunakan mikroskop, kita akan melihat dengan jelas belalai nyamuk jantan sedikit berbeda dengan nyamuk betina. Belalai nyamuk jantan sudah dimodifikasi sedemikian rupa yang memudahkannya untuk memakan nektar. Nyamuk ini bisa berkembangbiak di banyak tempat termasuk juga di air bersih yang tidak mengandung spesies hidup lainnya. Telur biasanya akan menjadi dewasa dalam kurun waktu sekitar setengah bulan atau dua Minggu.

Penularan dan penyebab DBD

Nyamuk yang mengandung virus dengue biasanya membawa virus tersebut di dalam kelenjar ludahnya. Pada saat nyamuk betina menggigit manusia, nyamuk tersebut akan menyuntikkan air liur atau ludahnya tersebut ke dalam tubuh mangsanya karena terdapat antikoagulan di dalam air liur tersebut. Dan secara otomatis virus dengue juga akan disuntikkan ke dalam tubuh manusia bersama-sama dengan air liur tersebut.

Virus dengue ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk betina. Penularan paling utama virus DBD adalah melalui nyamuk. Apabila seekor nyamuk memakan darah dari orang yang terinfeksi virus dengue, virus ini memiliki masa inkubasi sekitar 8 hingga 10 hari. Selama itu kemah nyamuk tersebut juga bisa menggigit siapapun dan kemudian menularkan virus tersebut ke orang lain. Namun selain menularkannya kepada manusia, virus yang dibawa oleh nyamuk melalui darah orang yang sudah terinfeksi virus dengue juga bisa ditularkan kepada anak anaknya melalui telur.

Nyamuk ini pada awalnya berasal dari benua Afrika. Namun saat ini, bisa dipastikan bahwa nyamuk tersebut sudah tersebar ke berbagai penjuru dunia. Nyamuk aedes aegypti sangat menyukai daerah-daerah yang beriklim tropis atau sub-tropis. Nyamuk ini tidak seperti nyamuk pada umumnya yang bersuara mengeluarkan bunyi dengungan sangat keras terutama saat berada di sekitar kepala atau telinga kita. Boleh dikatakan nyamuk aedes aegypti merupakan nyamuk yang lincah dan bisa menyerang serta terbang dengan sangat cepat. Apabila nyamuk pada umumnya sangat mudah kita tangkap pada saat terbang di depan wajah kita, berbeda halnya dengan aedes aigepty.

Virus tersebut akan berada di dalam darah manusia dan beredar selama kurang lebih 7 hari dan biasanya dapat menyebabkan demam. Di beberapa tempat seperti di Afrika dan Asia Tenggara, beberapa peneliti menemukan bahwa virus ini tidak hanya ditularkan melalui manusia melainkan juga melalui primata yang bertindak sebagai reservoir.

Selain aedes aegepty, sebenarnya ada nyamuk lain yang bernama Aedes albopictus, aedes polynesiensis, aedes scutellaris, dan aedes pseudoscutallaris yang bisa menularkan virus yang sama. Namun jenis nyamuk ini hanya berada di daerah tertentu saja. aedes polynesiensis banyak ditemukan di Papua Nugini, Kepulauan Pasifik dan Filipina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © Garis Batas 2015