Garis Batas

Traveling & Science Blog

Fobia yang Paling Umum terdapat di Dunia

fobia

Ilustrasi Fobia (Pic by: Laura Lewis under CC License)

Fobia adalah suatu kondisi yang dialami oleh seseorang dimana orang tersebut ketakutan yang tidak logis dan berlebihan terhadap suatu kondisi atau situasi tertentu. Pada kebanyakan kasus, penderita mengalami suatu kondisi dalam keadaan bahaya dimana orang lain tidak merasakannya. Kondisi fobia biasanya terbentuk dari pengalaman tidak menyenangkan yang berulang-ulang yang pernah dirasakan sejak kecil. Sebagai contoh seorang anak yang biasa ditakut-takuti oleh sang ibu untuk dibawa ke rumah sakit jika tidak mau minum obat, maka di saat dewasa anak tersebut berpotensi mengalami fobia terhadap rumah sakit.

Fobia sendiri sebenarnya dapat disembuhkan, dengan terapi dan treatment tertentu. Pada case di atas, seseorang yang fobia terhadap rumah sakit dapat saja dihilangkan dengan cara memperkenalkan arti dan fungsi rumah sakit secara bertahap.

Jenis-jenis Fobia

Sebenarnya ada banyak sekali jenis fobia yang ada di dunia ini, namun di sini akan coba kita bahas hanya fobia yang paling umum saja yang terdapat di dunia ini. Berdasarkan penelitian dari National Institute of Health, terdapat 10 fobia yang paling banyak terjadi pada sebagian orang di dunia ini, berikut kita bahas satu per satu:

Takut terhadap Rumah Sakit (Nosocomephobia)

15% dari hasil penelitian menderita fobia terhadap Rumah Sakit, mengapa sebagian orang takut kepada rumah sakit, selain karena penyebab yang telah disebutkan di atas, penyebab lainnya adalah karena rumah sakit sangat erat kaitannya dengan penyakit, rasa sakit, darah dan kematian. Selain dari itu mengunjungi rumah sakit juga biasanya erat kaitannya dengan urusan biaya yang besar. Dalam beberapa kasus bahkan bisa sampai mengancam jiwa si penderita ketika si penderita sedang sakit dan harus di bawa ke rumah sakit. Penderita akan mengalami serangan panik dan kecemasan yang berlebihan ketika akan dibawa ke rumah sakit yang justru malah memperburuk kondisi penderita.

Takut Berada di Tempat Ramai (Agoraphobia)

17% dari hasil penelitian menderita ketakutan jika berada di tempat keramaian. Penderita jenis fobia ini akan merasa panik dan pusing jika berada di tempat ramai atau mendengar suara keras di keramaian. Di beberapa kasus, penderita sampai mengalami mual dan muntah. Ketakutan ini juga kebanyakan disebabkan karena trauma masa lalu, misalnya pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan atau memalukan di keramaian sehingga kejadian tersebut menempel terus di otaknya dan menjadi suatu keyakinan bahwa kejadian tersebut adalah hal yang perlu dihindari.

Takut terhadap Cuaca Buruk (Lilapsophobia)

21% orang pada penelitian tersebut mengalami kecemasan yang berlebihan terhadap cuaca buruk. Cukup merepotkan kru pesawat jika penderita fobia ini naik pesawat ketika cuaca buruk. Biasanya timbul karena trauma masa lalu atau sering ditakut-takuti dengan cuaca buruk pada saat masih kecil.

Takut terhadap Darah (Hemophobia)

Penderita fobia ini juga biasanya menderita ketakutan terhadap rumah sakit (nosocomephobia). Sebanyak 22% dari penelitian tersebut menderita jenis ketakutan ini. Kebanyakan penderita fobia ini mengalami pusing hingga pingsan ketika melihat darah.

Takut terhadap Dokter Gigi (Dentophobia)

25% pada penelitian ini mengalami takut terhadap dokter gigi, ketakutan ini biasanya gabungan dari beberapa fobia seperti takut kepada jarum suntik, takut kepada bor gigi, takut kepada tambalan gigi dan takut kepada alat-alat dokter gigi. Fobia ini sangat menyiksa dan merugikan dirinya sendiri, karea dapat membuat orang ini tidak mau ke dokter gigi namun dirinya sakit. Terapi kognitif melalui konseling kepada penderita biasanya dapat membantu menghilangkan fobia tersebut.

Takut terhadap Air (Aquaphobia)

Penderita biasanya takut kepada air yang jumlahnya berlebihan karena takut tenggelam seperti pada kolam renang, laut, danau  ataupun sungai. Terdapat 26% pada penelitian yang mengalami fobia tersebut. Orang yang mengalami fobia ini biasanya mengalami mimpi tenggelam dalam air, lalu bangun dalam keadaan terengah-engah dan berkeringat. Gejala lainnya adalah keringat berlebihan, sesak napas, mulut kering, tubuh gemetar, detak jantung meningkat, ketidakmampuan untuk berbicara, hingga mengalami syok. Penderita fobia ini juga biasanya diikuti dengan fobia akan kematian (Thanatophobia)

Takut jika Terbang (Aerophobia)

Yang menyebabkan orang menjadi takut ketika naik pesawat adalah karena mengganggap bahwa pesawat terbang adalah kendaraan yang berbahaya, beranggapan jika pesawat bisa menabrak gunung, jatuh saat terbang dan kecelakaan lainnya. Fobia ini juga merupakan turunan dari fobia ketinggian (acrophobia). Jumlahnya lumayan banyak, sekitar 31% dari penelitian

Takut berada di Tempat Sempit (Claustropbobia)

Jenis takut ini juga disebabkan karena trauma di masa lalu. Anak kecil yang bisa dihukum oleh orang tuanya dengan cara dikunci di dalam satu ruangan sangat berpotensi mengalami fobia ini ketika dewasa. Jenis ketakutan ini memang cukup merepotkan, orang yang menderita biasanya akan merasakan pusing, sesak napas dan gelisah jika memasuki ruang sempit seperti ruang ganti pakaian, toilet atau eskalator. Bayangkan jika si penderita harus naik ke lantai paling atas gedung bertingkat 30 lantai dan lebih memilih melalui tangga. Hasil penelitian penderita fobia cukup banyak, sekitar 34%

Takut Ketinggian (Acrophobia)

Penderita akan pusing dan panik jika sedang berada di ketinggian, apalagi jika melihat ke bawah. Fobia ini cukup banyak diderita oleh manusia, pada penelitian menunjukan angka 48% penderita. Biasanya dapat disembuhkan dengan hipnoterapi melalui metode hipnosis. Dengan metode ini, kekhawatiran yang disebabkan oleh fobia akan dihilangkan pada saat korban berada di alam bawah sadar. Secara bertahap, penderita dapat mengontrol dirinya jika sedang berada di ketiggian

Takut terhadap Binatang Buas (Wildlifephobia)

Ini adalah jenis takut yang paling banyak dan paling umum diderita oleh manusia di dunia ini. 50% pada hasil penelitian menderita jenis ketakutan ini. Binatang buas yang sering berkaitan dengan fobia ini biasanya adalah ular dan serangga. Prosentasi penderita wanita lebih besar dari laki-laki pada fobia ini

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © Garis Batas 2015