Garis Batas

Traveling & Science Blog

Bagaimana Black Box Memecahkan Misteri Pesawat Jatuh

black box

Black Box (Pic by: Frog23 under CC License)

Belum lama kita mendengar berita tentang musibah hilangnya pesawat Malaysia Airlines Flight 370 yang menghilang dari deteksi radar. Ada juga berita tentang pesawat Sukhoi Superjet 100 yang terjatuh saat melakukan joy flight dan berita-berita kecelakaan pesawat lainnya. Ketika kita mendengar berita tentang musibah yang melibatkan sebuah pesawat, hampir bisa dipastikan black box akan selalu disebut-sebut. Sebenarnya, apa sih “Black Box” itu? Apakah karena warnanya yang hitam?

Alat ini sejatinya tidak memainkan peran apapun dalam membuat pesawat agar bisa terbang. akan tetapi alat ini melayani fungsi yang sangat penting dalam sebuah penerbangan. Alat ini pada dasarnya adalah perangkat elektronik yang digunakan oleh peneliti untuk menemukan penyebab dari sebuah kecelakaan pesawat dimana black box tersebut berada.

Black box bisa dimasukkan dan dikeluarkan dari sebuah pesawat terbang. Pesawat penumpang pada umumnya memiliki 2 buah black box. Satu berfungsi untuk merekam data penerbangan, dan yang kedua berfungsi untuk merekam suara suara yang ada di dalam kokpit.

Black box yang pertama yang berisi data mengenai penerbangan adalah sumber informasi penting yang merekam perjalanan selama penerbangan seperti, ketinggian pesawat, kecepatan, arah, lokasi GPS dan informasi-informasi penting lainnya yang berkaitan dengan hal-hal teknis.

Sedangkan black box yang kedua yang berisi rekaman suara dari kokpit akan merekam semua pembicaraan yang ada di dalam kokpit, baik yang dilakukan oleh pilot maupun kopilot. Rekaman tersebut akan terus menerus bekerja.

Namun biasanya, kapasitas rekamannya sangat terbatas. Seorang peneliti biasanya dapat mengunduh rekaman sebelumnya antara 30 hingga 60 menit. Perekam tersebut adalah mesin penjawab tak berujung sehingga, setiap melakukan perjalanan sebuah pesawat akan mulai merekam kembali dari awal.

Kedua alat perekam tersebut diletakkan di dalam pesawat dan mendeteksi semua kegiatan yang dilakukan pada kokpit pesawat. Untuk melindungi kedua rekaman tersebut, black box disimpan secara terpisah dan dilindungi dengan menggunakan logam tahan api. Yang menarik, meskipun namanya black box atau kotak hitam, namun alat perekam tersebut selalu memiliki cat berwarna terang seperti warna kuning atau warna orange. Mengapa? Jawabannya mudah saja. Warna tersebut adalah warna yang paling mudah terlihat sehingga pada saat kita mencari, warna tersebut akan sangat mencolok. Lebih-lebih saat kita mencari di puing-puing yang rata-rata gosong dan berwarna hitam akibat terbakar, maka warna kuning akan sangat mencolok.

Lalu, mengapa alat perekam tersebut disebut black box? Sebenarnya istilah black box tidak hanya terbatas pada alat perekam yang ada di pesawat terbang, melainkan setiap perangkat yang tidak penting atau tidak ada hubungannya dengan fungsi sistem akan disebut black box. Jadi kemungkinan besar di masa yang akan datang kita pun akan menemukan black box berwarna kuning atau orange di dashboard mobil atau di bawah jok.

Bagaimana Black Box bisa memecahkan misteri jatuhnya pesawat?

Black box pertama kali diciptakan oleh seorang ilmuwan muda yang berasal dari Australia bernama Dr. David Warren. Ilmuwan tersebut bekerja di laboratorium penelitian Aeronautical di Melbourne sekitar tahun 1950-an. Ia terlibat dalam penyelidikan kecelakaan pesawat. Pada saat itu ia menyadari bahwa rekaman mengenai apa yang terjadi di dalam pesawat maupun penyebab kecelakaan pesawat akan sangat bermanfaat untuk bahan investigasi. Dari ide tersebut kemudian pada tahun 1957 Black Box (Kotak Hitam) mulai diproduksi dan diperkenalkan.

Sebenarnya bagaimana alat ini dapat memecahkan misteri pesawat jatuh sudah terjawab dengan beberapa penjelasan diatas. Dengan adanya rekaman data penerbangan dan rekaman suara yang ada di kokpit, maka peneliti dapat menafsirkan apa yang terjadi sesaat sebelum terjadinya kecelakaan pesawat. Misalnya terdapat kegagalan fungsi mesin pesawat diakibatkan karena serangan petir, maka alat ini akan mencatat kegagalan tersebut. Kondisi bagaimana jatuhnya pesawat juga dapat diperkirakan dengan mengumpulkan data-data perubahan ketinggian, perubahan arah pesawat dan perubahan-perubahan mekanikal navigasi pesawat.

Fungsi perekam ini sebenarnya tidak sesederhana seperti yang telah digambarkan di atas melainkan cukup Kompleks. Perekam yang ada di kokpit tersebut akan menyimpan berbagai data penting selama pesawat berada di udara, selain yang telah disebutkan sebelumnya, Kotak Hitam akan merekam dan memantau setiap tindakan yang ada di pesawat mulai dari gerakan sayap pada pesawat, model autopilot, mengukur bahan bakar, merekam kejadian di kabin, dan lain-lain.

Dengan begitu, peneliti akan lebih mudah menemukan penyebab kecelakaan sebuah pesawat sehingga bisa dimanfaatkan untuk membangun rekonstruksi yang berbasis video di komputer untuk menganalisa dan memperbaiki apabila pesawat tersebut memiliki kecacatan. Dan untuk mengantisipasi agar hal tersebut tidak terjadi lagi pada pesawat dan penerbangan yang lainnya.

Saat ini, Black Box terus dikembangkan dan seiring dengan semakin canggihnya teknologi, rekaman yang dihasilkan pun semakin kompleks dan semakin lengkap serta lebih bisa diandalkan. Rekaman yang diberikan oleh Black Box terkadang jauh lebih potensial dibandingkan dengan mengumpulkan puing-puing pesawat yang rusak untuk menganalisa penyebab jatuhnya pesawat atau penyebab kecelakaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © Garis Batas 2015